Kisah 47 Ronin adalah fiksi sejarah yang ditulis berdasarkan peristiwa yang pernah terjadi dijaman feodal Jepang (1185-1868). Pada tahun 1703, sejarah mencatat peristiwa pembalasan dendam paling berdarah dalam sejarah kekaisaran Jepang yang dilakukan oleh 47 ronin pimpinan Oishi Kuranosuke Yoshitaka guna membalas dendam kematian majikan mereka yang bernama Asano Takumi no Kami. Kisah heroik ini kemudian menjadi legenda selama berabad-abad dan ditulis dalam berbagai versi.Novel ini tidak semuanya berisi tentang pembalasan dendam, karena di dalamnya kita diajak mengenal semangat patriotisme para samurai dalam menegakkan kebenaran, membela kehormatan, mempertahankan kesetiaan, dan pengabdian, serta pengorbanan yang merupakan prinsip ajaran Bushido.
Kisah ini berlatar belakang situasi Jepang awal abad ke-18. Pada masa itu Jepang dilanda kekacauan. Istana Shogun yang berada di Edo (sekarang Tokyo), marak dengan pameran kemewahan, korupsi, serta pesta pora. Sama sekali jauh dari aturan sosial. Kesenian makin berkembang, teater populer mulai lahir, dan para pedagang semakin berkuasa. Dengan makin berkuasanya kelas pedagang, pengaruh prajurit bayaran, atau samurai semakin berkurang. Hilangnya pengaruh ini sangat mereka rasakan, terutama karena para samurai sangat membenci segala sesuatu yang hanya bertujuan mencari keuntungan.
Di tengah perubahan yang membingungkan itu, kekacauan sering sekali muncul. Kekacauan terutama terjadi akibat petani dikenakan pajak yang tinggi oleh Shogun, penguasa seluruh Jepang. Saat itu diterapkan pula Undang-Undang pelestarian hidup yang melarang pembunuhan makhluk hidup, termasuk binatang. Peraturan ini merugikan petani karena tak seorangpun dibolehkan membunuh binatang, termasuk binatang hama. Hasil bumi menjadi merosot, sehingga Jepang berada di tepi jurang kehancuran ekonomi.
Tidak semua Daimyo (penguasa wilayah) setuju dengan kebijakan yang diberlakukan oleh Shogun Tsunayosi yang memerintah kekaisaran Jepang saat itu. Salah satunya adalah Lord Asano, seorang Daimyo dari Aiko yang selalu bersikap kritis terhadap pemerintahan Shogun dan berbagai tradisi istana yang dianggapnya tidak bermanfaat.
Lord Asano juga tidak menyukai Kira, seorang pejabat istana yang korup dan selalu memanfaatkan jabatannya (Pemimpin upacara istana) untuk mengambil keuntungan dari siapa saja yang mengikuti upacara kenegaraan di istana. sudah menjadi rahasia umum bahwa Kira mengutip imbalan dari para Daimyo yang belajar tata upacara.
Di mata Lord Asano, perbuatan itu bukan hanya tidak terpuji, tapi juga mengkhianati nilai-nilai samurai. Sebab, mengajarkan tata upacara merupakan tugas resmi dan Kira telah mendapatkan upah dari istana untuk tugas itu. Para Daimyo lain rupanya tidak sanggup melawan kelakuan Kira. Hanya Lord Asano yang tak sudi mengeluarkan sepeserpun uang ketangan pejabat korup itu. Oleh karena itulah Lord Asano menjadi sasaran intrik-intrik kecurangan Kira yang memuncak pada satu pertemuan di dalam Istana Shogun.
Saat upacara kenegaraan berlangsung, Kira menghina Lord Asano. Lord Asano beram dan kemudian menghunuskan pedangnya, dan dalam sekali sabetan Kira tersungkur. Walaupun dalam peristiwa itu Kira tidak tebunuh, tapi tindakan Lord Asano dianggap sudah jauh melampaui tatakrama istana. dan hukumannya adalah mati. Lord Asano ditangkap dan dipaksa melakukan seppukku, yaitu bunuh diri dengan cara merobek perut dengan pedang dan diakhiri dengan pemancungan kepala. Mati dengan cara seppukku dianggap sebagai kematian secara terhormat.
Setelah Lord Asano wafat, atas perintah Shogun maka istana dan wilayah kekuasaannya di Ako harus diserahkan pada Shogun. Para Samurai pengikut Lord Asano yang dipimpin oleh Oishi tidak menerima kematian yang menimpa pemimpinnya. Dengan kematian Lord Asano, otomatis mereka menjadi ronin.
Ronin adalah sebutan untuk samurai yang kehilangan atau terpisah dari tuannya. Samurai yang tidak lagi memiliki tuan tidak bisa lagi disebutr sebagai samurai, ronin memiliki derajat dibawah samurai. Bagi seorang ronin hanya ada dua pilihan, menjadi orang bayaran atau turun pangkat dalam kemiliteran...
Untuk Lebih Jelasnya, Download eBooknya :

Post a Comment